Sunday, August 25, 2013

Semoga Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah

Jauh sebelum engkau tercipta, kisah itu ditulis
Dalam sebuah lembaran di lauhul-mahfuzh
Usia, ajal, jodoh,dan rezki
Telah terpatri sempurna menurut kehendak Ilahi

Satu demi satu tulisan itu tertuang dalam bingkai takdir
Melalui detik demi detik yang takkan pernah kembali
Berhias doa dan asa dalam penantian
Akan hari esok yang lebih baik

Di Tengah Hiruk Pikuk Pendaftaran CPNS


Bagi sebagian orang, menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) adalah sebuah kebanggaan. Bagi sebagian orang yang lain, menjadi PNS bisa menjanjikan masa depan yang cerah. Bagi sebagian orang lagi, menjadi PNS bisa menjadi sarana untuk memudahkan da’wah masuk ke tengah-tengah orang awwam. Walau gaji tak begitu besar, tapi paling tidak ada penghasilan tetap tiap bulan, asuransi kesehatan, tunjangan, kesempatan mendapatkan uang perumahan, dan uang pensiun di usia senja. Dari segi dunia memang menjanjikan. Tapi sampai detik ini, aku masih belum tertarik pada peluang kerja ini.

Tuesday, April 2, 2013

Belajar pada Kehidupan


Dalam hening
Belajar pada malam yang selalu ada
Dengan atau tanpa bintang
Dengan purnama atau separuh bulan
Memeluk insan yang terlelap
Hingga penat tak berbekas

Dalam riuh desir ombak
Belajar pada karang yang tetap tangguh
Terhempas debur gelombang
Tak peduli mentari menyengat
Atau dingin mengurai retak

Wednesday, December 19, 2012

Hitam Putih Hari Ini


Hari ini
Hitam putih kembali menjadi saksi
Lembaran baru menyapa lagi
Menutup perjuangan sejak tahun lalu di bulan Januari

Hari ini
Hitam putih tak sekedar dua warna
Ia punya sejuta makna
Mengantar asa menjemput cita

Wednesday, December 12, 2012

Cinta, Bagaimanakah Ia?


Cinta. Bagaimanakah ia? Kata orang, cinta itu buta. Tak memandang siapa yang ia cintai. Jika cinta itu telah datang, siapapun ia, segalanya akan menjadi indah. Kata orang, cinta itu bisa membuat manusia menjadi gila. Tergila-gila pada sosok yang membuatnya jatuh cinta. Mau makan ingat dia, mau tidur ingat dia, mau segalanya ingat dia. Tak bertemu sehari bagaikan setahun. Tak mendengarkan suaranya sebentar saja bisa membuat rindu menggunung. Benarkah?