Seiring senja yang mengakhiri hari
Gulita mulai merangkak dari peraduan
Kisah malam tak pelak harus dilalui
Mengantar diri mengembara dalam keheningan
Jejak langkah mulai diukir
Menuju fajar yang sejak kemarin terangkai dalam mimpi
Dalam sunyi menanti, hanya ada angin yang berdesir
Diiringi gemerisik dedaunan, menambah ironi nyanyian sepi
Saturday, August 13, 2011
Tuesday, June 28, 2011
Pacaran Haram? Kata Siapa?
Sekarang bukan zamannya Siti Nurbaya. Tidak ada lagi yang namanya perjodohan. Sekarang adalah era demokrasi, kebebasan berpendapat dan menentukan jalan hidup masing-masing. Semua orang punya hak asasi, bahkan untuk memilih pasangan hidup. Bagaimana bisa menyerahkan diri sepenuhnya pada orang yang belum pernah dikenal sebelumnya? Bagaimana mungkin membangun rumah tangga tanpa cinta sebagai pondasinya? Impossible.
Sunday, June 26, 2011
Karang
Karang mengajarkan akan arti bertahan
Tiap waktu bisa saja hempasan ombak mengikis bongkahnya
Mengukir rongga-rongga kecil yang makin menganga
Namun ia tetap berdiri tegar di pesisir
Tak luluh lantak berserakan begitu saja oleh amukan gelombang
Saturday, February 19, 2011
Hujan
Gumpalan kelabu menyelimuti langit senja
Membawa kabar sebentar lagi hujan menyapa
Sinar mentari tersembunyi di balik mega
Tak sempat mengucapkan sampai jumpa
Angin berembus menyampaikan salam dari hujan
Tak lama lagi rinainya berebut jatuh membasahi dahan pepohonan
Mengantar malam yang datang tanpa rembulan
Tuesday, February 15, 2011
Bintang
Kemilau indahnya dinanti tiap kali mentari pamit pergi
Menghampar luas bak samudera dengan perahu-perahu nelayan di malam hari
Kehadirannya membuat bulan tak lagi merasa sendiri
Layaknya sahabat yang tak jenuh menemani
Kadang ia tak datang sesuai harapan
Menyisakan bulan merajai malam sendirian
Namun perginya tak akan lama, Kawan
Esok dia kan kembali menghias senyum di wajah insan
Subscribe to:
Posts (Atom)




